Our Journey to The Future

Our Journey to The Future

Kamis, 25 Juli 2013

Copas materi ibu elly Risman (copas dr fb Maya umm Abdillah)

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Sharing summary temen stlh ikut seminar parenting.
Kemana Tujuan Pengasuhan Kita?"
Catatan singkat dari seminar Ibu Elly Risman. Sabtu, 6
April 2013. Penyelenggara: Kelompok Peduli Anak
Prolog:
87% anak kelas 4 sampai 6 SD pernah mengakses
pornografi,77% alasannya karena tidak sengaja, 39%
melihat justru di rumah sendiri/saudara. Oleh karena
itu, bahaya berikan gadget pada anak, tidak perlu
berigadget pada anak2 balita.
Kerusakan karena pornografi sifatnya permanen
mempengaruhi systemlimbik, lebih menetap
dibandingkan narkoba/alcohol
Sangat penting ajarkan anak tentang sentuhan, mana
sentuhanyang boleh, mana sentuhan yang dilarang,
mana sentuhan membingungkan (lebihlengkap ada di
buku dan brosur yang diterbitkan oleh yayasan kita
dan buahhati)
UBAH PARADIGMA
Benarkah ayah mencari uang dan ibu mengasuh anak?
Bahkan sekarangibu pun terserap menjadi tenaga
kerja, atau alasan ME TIME, anak terabaikan
Titip kakek nenek? Bayangkan mereka sudah
osteoporosis,emosi sudah makin sensitive, cenderung
memberi semua keinginan cucu, bukansolusi yang
tepat juga. Apalagi menyerahkan anak ke ART/
pengasuh? Bisakah disamakanpendidikan kita dengan
pendidikan mbak-nya?
Bayangkan mengasuh anak seperti bermain
sepakbola. Bermainbola saja ada gawang yang dituju,
bagaimana mungkin mengasuh anak tidak adatujuan?
Akhirnya anak berputar-putar saja di antara kaki-kaki
orangtuanya,pengasuhnya, nenek/kakeknya, supir,
guru, sekolah, tempat kursus dsb.
Hasil penelitian kebiasaan pengasuhan anak,
ternyataORANGTUA:
· Tidak merumuskan TUJUAN PENGASUHAN
· Tidak memiliki KESEPAKATAN BERSAMA bagaimanamenjal
ankan pengasuhan untuk anak-anak mereka
Negeri kita ini blangsak tidak karuan karena tidak
punyatujuan pengasuhan anak, sibuk dengan urusan
politik, pendidikan anak tidak jadiprioritas.
Lebih parahnya, anak-anak di negeri kita FATHERLESS,
punyaayah tapi tiada. Pergi pagi pulang malam, tidak
menyapa dengan emosi.
Allah menitipkan anak kepada kita, jangan kembalikan
dalamkeadaan bonyok, terutama BONYOK JIWANYA!! QS
28:68, QS 42:49-50, QS 8:27-28
Mengapa kita dan anak mudah sekali emosional dan
tidaksabar? Manusia punya kebutuhan fisik, emosi dan
berpikir. Saat makan enak,tidur cukup dan hati
senang, maka banyak space untuk berpikir. Saat lelah
danlapar, kebutuhan fisik dan emosinya meningkat,
sehingga tidak bisa berpikir,akhirnya marah, kesal dsb
Anak adalah kenikmatan, tantangan dan MUSUH
(terutama saatremaja nanti dan orangtua juga
berada dalam fase middle sense, dijelaskantersendiri)
.
Mendidiknya perlu perjuangan, membutuhkan
pemikiran,perasaan, jiwa, tenaga, waktu dan biaya.
QS 5:48, QS 6:165. Allah akan menguji kamu untuk
karuniayang diberikanNya
QS 64:14 isteri-isterimu (pasanganmu) dan anak-
anakmu ada yang menjadi MUSUH, makaMAAFKANLAH,
TIDAK MARAH dan AMPUNI (terjemahannya buka sendiri
yaa). Begitu kitaikhlas menerima mereka apa adanya,
hati mereka akan berubah dengan sendirinya.
Penting menerapkan 3 hal tadi MAAFKAN, TIDAK MARAH,
AMPUNI kepada anak di bawah 7 tahun, karena wiring
otak belum bersambung semua, jdkata2 kita tidak
ditangkap semua oleh anak. Sebenernya PERCUMA
MARAH DAN TERIAKpada anak di bawah usia 7 tahun
*sigh
Perkembangan otak baru sempurna pada usia 7
tahun dimanasinaps otak sudah saling terkoneksi,
barulah pada usia ini mereka bisa berpikirlogis. Itulah
kenapa kalau anak tidak sholat usia 7 tahun baru
dipukul, itupunsebaiknya pukul tapak kakinya karena di
telapak kaki itu titik akupuntur semua,baik untuk dia.
JANGAN PUKUL WAJAH/KEPALAnya, ada otak disitu!!
Perlakukan wajah dan kepalanya dengan baik, kalau
perluketuk-ketuk di atas alis matanya sesuai dengan
apa yang kita inginkan diamenjadi kelak, karena itu
akan masuk ke alam bawah sadarnya dan pada usia
25tahun akan matang dan sadar (bisa lebih cepat
sejak 18 tahun juga). NAH, kalauanak kita sekarang
baru berusia 5 tahun artinya masih ada spare 15-20
tahunkita harus berkutat dengan anak dan banyak
berlapang dada.
Terkait dengan fase middle sense tadi, pada usia 40
tahun,laki2 mengalami MANopause (kadar
testosterone menurun) dan perempuan juga
mulaimengalami MENopause. Di usia ini banyak hal-hal
yang di luar logika, pasangantidak bisa kita mengerti
apa maunya. Disinilah titik terendah perkawinan.
Ketikasuami istri sibuk dengan dunia masing-masing,
anak beranjak dewasa, apalahjadinya ORTU MIDDLE
SENSE VS ADOLESCENCE, MUSUHLAH semua jadinya
ADA 7 TUJUAN PENGASUHAN ANAK:
1. Hamba Allah yang taqwa
2. Calon Suami/Istri yang baik
3. Calon Ayah/Ibu yang baik
4. Membantu mereka mempunyai ilmu dan
keahliandalam bidang tertentu sehingga bisa mencari
nafkah (sebagai professional)
5. Pendidik istri dan anak
6. Pengayom keluarga
7. Manusia yang bermanfaat untuk orang lain
ataupendakwah
Anak perempuan cukup sampai nomer4, karena kalau
ada yang kurang, sisanya adalah tanggung jawab
suaminya untukmendidik dia. Untuk anak laki-laki
semuanya harus diajarkan
PENJELASAN
1. Hamba Allah yang taqwa
Ajarkan basic iman dan aqidah yang benar,ibadah yang
baik dan akhlak yang mulia.
Pada anak, yang pertama matang adalah systemlimbic
di belakang kepala, system limbic berkaitan erat
dengan PERASAAN, tanamkanpadanya rasa mempunyai
Allaah, rasa beragama, BUKAN pengetahuan beragama.
Anakumur 4 tahun yang penting bagi dia menghafal,
mendengar, BUKAN belajar Abatatsa.Juga jangan
paksa anak belajar calistung, karena itu MERUSAK-
RUSAK PERASAANNYA.
Indonesia Neuroscience Societymerekomendasikan,
anak di bawah 4 tahun, salah satu ibu atau bapaknya
HARUS dirumah, mendidik anak.
Tanggung jawab mendidik agama berada ditangan
AYAHNYA, ayah harus 'alim, dialah penentu GBHK ( Garis
Besar HaluanKeluarga), ibu hanya unit pelaksana
teknis
Menasehati anak jangan pakai kata JANGAN,karena
anak terpicu justru ingin dan harus
Contoh bila anak memukul, jangan teriakJANGAN, tapi
minta tangannya baik2: tangan, kamu untuk salaman,
tangan kamuuntuk membelai, memberi dsb. Ini harus
diulang terus menerus sehingga kabel2otak
tersambung dan terbungkus myelin.
2. Calon suami/istri yang baik
Data dirjen bimas islam depag tahun 2007,Indonesia
menduduki peringkat NOMOR 1 dalam kasus perceraian
se Asia Pasifikdan Negara dunia Islam. Cerai gugat
70%, cerai talaq 30%.
Tahun 2008, 10% pasangan nikah bercerai,umumnya
pasangan dengan muda dengan jumlah anak 1 atau
istri sedang mengandunganak pertama. Tiga factor
penyebab terbesar adalah selingkuh, tidak
harmonisdan ekonomi.
Istri, bagaimanapun susahnya, kalau bisajangan gugat
cerai. Para laki-laki, kalau ada yang istrinya minta
cerai, pelukdia, jangan diabaikan. Pertahankan
KARENA, dulu anak perempuan bila sakitterjatuh saat
kecil, dia dipeluk ayahnya
Dengan banyaknya kasus ini, artinya kitatidak siap jadi
suami atau istri
3. Calon ayah dan ibu yang baik
Jangan berantem depan anak.
Perbedaan pengasuhan anak laki-laki danperempuan
· Otaknya beda
· Fitrah dan tanggung jawab beda
· Fungsinya dalam keluarga juga beda à ibu jangan
ambil alihkeputusan dalam keluarga, tetap tanggung
jawab ayah
· Anak laki-laki merupakan sasaran tembak
bisnisnarkoba dan pornografi, mengapa? Karena laki-
laki otaknya lebih ke otak kirisehingga mudah focus,
testosteronnya lebih banyak, mudah dirangsang,
dankemaluannya di luar, lebih sulit dijaga.
4. Membantu mereka mempunyai ilmu dan keahlian
Sadarkah kita selama ini yang menjadi focusperhatian
kita hanya ini? Akan jadi apa anak-anak saat besar
nanti, bagaimanamereka menjadi orang hebat,
menghasilkan banyak uang?
5. Pendidik Istri dan Anak
Ayah harus menjadi orang yang paling tahutentang
tahapan perkembangan anak. Anak laki-laki saat mimpi
basah, ayahnyayang harus menjelaskan. Ayah harus
bicara pada anak perempuan sejak ia berusia8 tahun,
karena menstruasi makin cepat saat ini. Ajarkan anak
perempuan berkataTEGAS, tidak menye-menye.
Ajarkan dia mana sentuhan yang boleh/tidakboleh/
membingungkan.
Berikan quality time untuk anak, minimal 30menit.
Quality time artinya duduk bersama-sama, ngobrol,
tanpa ada gangguanapapun juga, termasuk gadget
Studi dari Henry Biller
Kontak ayah anak di US setiap hari < 20menit. Riset di
search institute of Minneapolis, 20% anak bicara
dengan orantuanya10 menit tiap bulannya. Artinya
keterlibatan ayah kurang, padahal AYAH,ENGKAULAH
PeNANGGUNG JAWAB ISTRI DAN ANAKMU
Hasil studi di Harvard: anak yang ayahnyainvolved
dalam pengasuhan akan tumbuh menjadi anak yg
dewasa dan suka menghiburorang, punya harga diri
yang tinggi, prestasi akademis di atas rata-rata
danlebih pandai bergaul
Kurangnya peran ayah pada anak laki-laki:nakal,
agresif, narkoba, seks bebas
Pada anak perempuan: depresi karena
kurangperhatian, seks bebas
6. Pengayom keluarga
Didik anak laki-laki agar menjadi pengayomibu bapaknya
saat tua, juga mengayomi saudara perempuannya.
Ajarkan diatanggung jawab, kelak dia yang akan
memandikan dan menjadi imam sholat jenazahuntuk
orangtuanya. Kalaupun tidak punya anak laki-laki, titip
pesan kepadamenantu untuk menjaga istrinya,
menjadi imam saat mertuanya meninggal
Kisah nyata, seorang anak usia 14 tahunmenjadi imam
sholat untuk ayahnya yang meninggal. Ia anak ke-8,
ke-7 orangkakaknya perempuan. Beberapa hari
sebelum ayahnya meninggal, ayahnya
memberikansurbannya kepada anak laki2nya dan
meminta tolong untuk menjaga ibu dansaudaranya.
Maka ketika ayahnya tiba2 meninggal dunia, dia
memimpin sholatjenazah menggunakan surban
pemberian ayahnya dan mambaca qur'an denga
suarayang fasih. Subhanallaah. Didiklah anak-anak
kita seperti itu
7. Manusia bermanfaat bagi orang lain atau
sebagaipendakwah ( penyampai kebenaran)
Itulah tujuh tujuan pengasuhan anak, jangan sampai
anak-anakkita menjadi generasi yang kehilangan jati
diri moral dan keislamannya.
SESI PERTANYAAN:
1. Bagaimana dengan anak yang tidak mau
mendengarnasihat?
· Jangan pernah menasehati kalau perasaanseseora
ng sedang bermasalah. Tunggu saat dia tenang baru
sampaikan pesan kita. Manyampaikanpesan ini juga
bisa butuh waktu bertahun-tahun, berulang-ulang
· Khusus anak laki-laki, mau bagaimanapun kitateriak
memanggil namanya dia tidak akan datang. Tepuk
bahunya, katakan kitaingin bicara padanya
2. Bagaimana bila kita takut anak tetangga
memberipengaruh jelek seperti pornografi?
LARANG ANAK BERGAUL DENGAN ANAK SEPERTIINI, beritahu
orang tua anak tersebut, bila orangtuanya tidak
peduli, sampaikanpada orangtua lain di sekitar
lingkungan tersebut agar berhati-hati
meskipundengan konsekuensi kita akan dibenci.
Secara berkala periksa anus dan kemaluananak kita.
JAGA ANAK-ANAK KITA BAIK-BAIK.
Kasus di salah satu sekolah di serang, ibuelly
diundang karena ada anak usia 9 tahun mensodomi
banyak anak usia 6 tahun,bahkan bisa berkali-kali.
Orangtua si anak pelaku tidak peduli, dia bilanganaknya
juga korban.
Kasus baru lainnya di paseban, seorang
anakperempuan TK digauli temannya disaksikan oleh 3
anak lainnya di teras kamarkost-an. Na'udzubillaah
min dzalik
3. Bagaimana pengasuhan anak bila bapak dan
ibubekerja fulltime?
Salah satu, yang gajinya lebih rendah,berhenti bekerja
fulltime 8-5. Cari kemungkinan penghasilan lain yg
lebihfleksibel. Rezeki bukan hanya uang, niatkan untuk
anak, lillaahi ta'ala, Allahyang akan mencukupkan.
Ibu boleh bekerja, tp tidak perlu fulltime. Karena
wanita berpendidikan disuruh diam di rumah, bisa gila
dia.
4. Bagaimana bila anak temper tantrum di depan
umum/luarrumah?
saat kita mengajaka anak pergi ke suatutempat,
beritahu kemana tujuan kita, apa aturannya apa yg
boleh dan tidakboleh. Kalau ternyata mereka teriak2
meminta sesuatu, jangan demi rasa malu thdornag
lain kita mengikuti kemauannya, tetap tegas. Aturan
tetap ditegakkan. Kalaukita kalah sejak sekarang,
bagaimana nanti kalau usia mereka 17 tahun.
Orangtua harus konsisten
semoga bermanfaat
dirangkum dan diketik ulang oleh mecca,untuk
disebarkan guna kepentingan ilmu dan kebaikan
wassalaamu'alaikum wr wb
Sent from Rhie's world

Minggu, 02 Juni 2013

Apa kabar adek alya?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah sudah bulan baru lagi. Makin dekat menuju ramadhan ya..

Berhubung udah lama ga tulis-tulis, jadilah segala perkembangan dina dan alya ga sempat terangkum disini :(
#sok sibuk banget deh -_-"

Adek alya sekarang sudah 8bulan lebih. Sudah bisa macem-macem. Makannya juga udah macem-macem. Maunya juga udah macem-macem. Haahahha :D

Sekarang udah bisa tetah beberapa langkah. Kalo mbrangkang ebuseett kenceng bangeettt :))
Kalo naik-naik udah jago. Kejungkel juga udah jago (baca udah bolak balik :p)

Hobinya naik ke kursinya dina, trus berdiri sambil ngomel-ngomel atau teriak-teriak :Dt

Lagi seneng tepuk tangan sama dadah dadah. Kalo dadah-dadah mirip kaya orang mau membelah kelapa. Jadi buka yang dadah-dadah biasanya gitu, tapi ya keatas kebawah. Hahahha maklum masih belajaran.

Makannya masih luar biasa. Sebenernya adek nih emang rada aku loss. Ga kaya dina dulu yang strik ga boleh gula garem sampe setahun.
Makannya memang ga pake gula garem. Tapi camilannyaaaa (emaknya tutup mata deh). La abis camilannya dina yang diambil. Camilannya khusus adek, dia kagak mau. Hiks :(
Tapi ya tetep kubatesin sih. Hehehehe

Trus apa lagi yaa..
Oia adek nih tipe pengamat. Dia suka banget melototin apa yang orang lain lakukan. Dan ga lama setelah itu, dia pasti niruin. Ga heran kalo rumah beberapa kali banjir karna adek buka kran air galon :D

Truss truuss apa lagi ya. Mencoba mengingat-ingat nih :D
Gini nih jeleknya kalo ga rajin nulis. Lupa semua deh kebisaannya si adek atau kakak :(

Yaa nanti-nanti lah ditambahin lagi. Kalo pas inget :D

Pic 1 : doyan banget makan belimbing :D
Pic 2 : sukaaa deh kalo telinganya dibersihin sama ayah. Diem gitu dia. Kaya menikmati. Hahahaha
Pic 3 : favoritnya ummi :D
Sent from Rhie's world

Selasa, 28 Mei 2013

Terpukau

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Beberapa hari belakangan ini aku terpukau. Terpukau apa coba??
Terpukau sama konsistensi seseorang (dan banyak orang sebenarnya) dalam menulis :)

Dulu pernah berminggu-minggu hiatus dari segala macem sosmed, karna sibuk baca blog mbak imel dari awal :D

Sebelumnya pernah juga kecanduan baca blog mbak astri. Sayang sekarang mbak astri da jarang update kayanya.

Dan sekarang terulang lagi. Males ngapa-ngapain karna asik baca blognya arman. Hahahahhaa telat banget yaaa :D
(G bisa ksi link ya. Tapi pasti tau lah siapa aja nama-nama yang aku sebut diatas. Kalo kata orang, mereka-mereka ini seleb blog gitu :d)

Ya gpp lah mending telat dari pada ga sama sekali. Hihihihih.

Berhubung baca-baca blognya cuma pake bb dan disambi ngurus rumah dan krucil. Jadilah ga selesai-selesai deh :p

Masih panjang nih perjuangan mbacanya. Hahahahahaa. Secara arman nih rajin amat nulisnya. Ga kaya akuu. Ihihihihiih
#sapu-sapu blogku yang udah penuh sarang laba-laba -_-

Salut. Beneran salut sama orang2 yang punya konsistensi tinggi. Bisa bertahun-tahun nulis. Dan kalo udah abis baca blog mereka. Jadi langsung berasa kenal deket. Berasa ngeh dengan kelakuannya. Hihihihii.
Padahal dipikir-pikir ketemu aja ga pernah. Tapi bener-bener berasa familiar gitu. Ga heran biasanya kalo blogger ketemuan, namanya situasi canggung tuh pasti ga ada. Biasanya udah nyambung duluan. Ya karna udah berasa kenal dari tulisan.

#jadi pengen kopdar deh :D

Yuk ahhh, mau semangat nulis lagi aaahhh (҂'̀⌣'́)9
Semoga bukan semangat semu aja. Hihihihi


Sent from Rhie's world

Selasa, 14 Mei 2013

Bulan penuh bayi lucuuu

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillaahhh, malam ini dapet kabar bahagia lagi.
Nambah satu lagi keponakan yang lahir ke dunia yang indah ini.
Kalo diitung-itung bulan ini tergolong bulan paling banyak lahiran. Mulai dari sepupu dari suami, anaknya cowok namanya Athalla, trus sepupu aku, anak ke lima (yang akhirnya) cowok, namanya Sultan. Trus temen umroh lahiran juga anak perempuan ke 3, lupa namanya. Trus sahabat dari dunia maya yang sekarang jadi temen bbm sehari-hari, jeng dhaniek juga lahiran anak ke dua, cowok namanya Lintang. Dan malam ini sepupu dari suami, kakak dari sepupu yang sebelumnya juga lahiran. Anak kedua cewek namanya Ameera.
Wow.. Subhanallaaahhh, ada 5 bayi mungil yang lahir. Banyak yaaaa :D

Sementara bayi mungilku dulu, juga milad tanggal 8 Mei kemaren. Dan dia udah 4 tahun loh.
Masya Allah. Waktu berasa sekejap mata ya. Tau-tau udah segede ini. Sudah secantik ini.
Walhamdulillaahhh wa syukurillaahh..

Dan hari ini, bapak mertua juga milad.
Alhamdulillah lagi.
Bener-bener bulan sibuk mengirimkan doa yaa :D

Semoga semua yang berulang tahun, dilimpahi berkah yang luar biasa dari Allah. Kesehatan, rejeki.
Semoga setiap tapak perjalanan umur bisa menjadikan manfaat, menabung pahala. Karna tiada lain umur ini hanya untuk menabung pahala demi bekal dihari nanti.

Met milad putriku sayang..

Sent from Rhie's world

Sabtu, 11 Mei 2013

Being smart using sosmed

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kalo dipikir-pikir kalimat diatas tuh suka terlupakan kalo pas kita lagi asik ber-sosmed ria. Apa karna euforia sosmed udah menjalar masuk hingga kekalbu kali yak. Jadilah kadang suka terkaburkan mana yang perlu kita share dan mana yang ga perlu kita share.
Mencermati isi news feed di fb ku, beberapa kali aku nemuin hal-hal yang 'sepertinya' tidak smart untuk di share di khalayak ramai. Padahal ni yaa, aku sudah lumayan mem-filter temen-temen di fb. Kalo status-statusnya udah bikin sepet mata, biasanya level pertama sembunyikan dari news feed. Level tertinggi ya block atau remove. Maksudnya biar aku ga sepet mata yang takutnya berakhir di penyakit hati gitu :D

Tapi ternyata ya itu tadi, mungkin karna kita udah lumayan lama bergumul dengan sosmed, jadilah kadang-kadang suka tanpa sengaja memposting status-status yang 'enggak banget'.
Misal bete ama suami.

Meski aku belom pernah sampe yang nemuin suami istri saut-sautan berantem di fb sih :p
Atau lagi, pamer kemesraan ma suami :p
Nah ini, barusan kemaren aku alamin dewe #tepok jidaaatttt -_-"
Maksud hati pengen nyetatus iseng bin ngaco. Tapi kok lama-lama yang komen rada horor yak -_-"

Kaya gini ni statusnya :
"Long Distance Relationship aka LDR itu adalah ketika diatas kasur 180x200cm, ayah mojok disisi kiri dan ummi mepet tembok disisi kanan. Apa kabar romantisme ya yah :))
#lirik 2 gadis yang udah ngiler berjamaah"
lah ini kok malah ditulis ulang disini yak -_-"

Hahahaha ya gpp laahhh. Asli ini buat lucu2an aja. Cuma akhirnya suka ada yang komen nyerempet-nyerempet gituu. Keliatan kan kalo suka susah mengatur pikiran orang terhadap suatu status yang tidak ada intonasinya.

Makanya sekarang-sekarang ni aku suka mikir dua kali kalo mau nulis-nulis status. Suka aku baca-baca ulang. Takut bisa menimbulkan sepet mata, takut bikin yang baca jadi penyakit hati, dan sebagainya dan sebagainya.

Jadilah akhir-akhir ini aku cukup males buka fb. Rada bosen juga sih.
Dan dini hari ketika aku buka fb, eehhh ni mata kepentok sama status seseorang yang mengabarkan ke suaminya kalo si anak sakit. Nah looohhhhh bingung dah akuu @_@
Emang sekarang telp ma sms udah dihapuskan yak???

Ya sudahlaaahhh :D
Dan begitulah curhat saja di dini hari buta, setelah sekian lama bingung mau nulis apaan :D
Have a nice Sun-day
#tarik selimut lagi

Sent from Rhie's world









Jumat, 12 April 2013

dan kamipun terlantar...



Kisah Perjalanan Umroh Kami

Pada akhir tahun 2012, kami sekeluarga (aku, suami, 2 adikku, dan ibu
mertua) merencanakan untuk melaksanakan ibadah umroh menggunakan jasa
travel umroh Insan Islami yang beralamat di jalan Kanwa 22 Surabaya.
Kami memilih jasa travel tersebut karena salah satu keluarga kami
pernah menggunakannya beberapa waktu sebelumnya.
Rencana awal keberangkatan kami adalah tanggal 12 Maret 2013, namun
karena visa belum keluar, rencana tersebut diundur menjadi sekitar
tanggal 28 Maret. Pada akhirnya kami ditawarkan untuk berangkat pada
hari Kamis tanggal 21 Maret.

Maskapai yang sedianya digunakan oleh travel Insan Islami untuk
memberangkatkan rombongan jamaah umrohnya adalah Batavia Air. Pada
bulan Februari 2013, maskapai tersebut dinyatakan pailit. Kami
menyadari bahwa ada potensi kesulitan keuangan yang bisa dialami oleh
pihak travel. Untuk memastikan penerbangan kami, pada hari Jumat
tanggal 15 Maret, saya mencoba menghubungi perwakilan maskapai Royal
Brunei (maskapai yang diinformasikan oleh pihak travel akan mereka
gunakan untuk memberangkatkan kami) di Surabaya, untuk mengecek tiket
jamaah umroh Insan Islami, dan saya memperoleh jawaban bahwa benar
telah terjadi pembelian dan pembayaran untuk penerbangan tanggal 21
Maret tersebut. Dijelaskan bahwa kami akan transit terlebih dahulu di
Brunei dan Dubai, namun untuk tiket selanjutnya ke Saudi (Madinah),
pihak Royal Brunei tidak memiliki informasi akan menggunakan maskapai
apa. Dengan penjelasan tersebut, saya cukup lega dan kemudian
mempersiapkan kebutuhan untuk keberangkatan umroh.

Kamis, 21 Maret 2013
Sekitar pukul 7 pagi WIB, kami bertolak ke Brunei, dan tiba sekitar
pukul 10 pagi waktu setempat. Kami diantar ke hotel untuk menunggu
penerbangan lanjutan kami sekitar pukul 8 malam.

Jumat, 22 Maret 2013
Kami tiba di Dubai sekitar pukul 2 pagi waktu setempat. Di bandara,
tour leader kami mengatakan kami harus mengurus bagasi kami. Tour
leader ini sebetulnya sesama jamaah umroh yang sudah cukup kenal
dengan pemilik travel dan didaulat menjadi tour leader, disebabkan
tour leader regular dari travel sedang tidak ada yang bisa berangkat,
karena semuanya baru kembali ke Indonesia (ada jeda waktu sebelum bisa
berangkat kembali ke Saudi). Saat itu, suami bertemu dengan seorang
petugas bandara yang ternyata orang indonesia. Saat bertanya padanya mengenai
mengurus bagasi, ia mengatakan bahwa kami tidak bisa mengecek bagasi
kami, karena untuk mengecek bagasi, kami harus melewati bagian
imigrasi, sedangkan kami tidak memiliki visa ijin masuk ke Dubai. Ia
juga mengatakan, biasanya bagasi untuk connecting flight tidak perlu
diurus sendiri, karena sudah ditangani oleh pihak bandara.

Saat saya informasikan ke tour leader, dengan cukup mengejutkan ia
mengatakan bahwa kami tetap harus mengecek bagasi, karena status tiket
connecting flight kami belum issued. Saat itulah saya mulai merasa ada
yang tidak beres dengan perjalanan kami itu. Baru kemudian saya teliti
tiket yang di-staples di paspor, ternyata statusnya memang hanya
reserved. Meski saya tidak terlalu paham dengan status yang tertera di
tiket, namun saya dan suami menyimpulkan bahwa tiket kami yang
sedianya akan memberangkatkan kami Jumat malam sekitar pukul 8
sepertinya belum terbayar. Saat itulah saya mulai gelisah.

Hingga Jumat siang, belum ada kejelasan status tiket kami. Sementara
pop mie yang dibagikan pihak travel saat berangkat dari Surabaya (sebagai snack yang mereka sediakan untuk saat menunggu connecting
flight saat di Dubai) juga belum bisa dikonsumsi karena kami saat itu
kesulitan memperoleh air panas. Hingga saat cek in tiba (3 jam sebelum
keberangkatan), suami pergi sendiri mengecek status tiket di transfer
desk/ cek-in, dan petugas cek-in menyatakan bahwa kode reservasi tiket
kami tidak valid (tiket kami tidak ada). Kami harus menerima kenyataan
bahwa kami tidak bisa terbang ke Madinah malam itu dengan Saudi
Airlines dikarenakan tiket kami tidak ada. Malam itu juga pihak travel
menjanjikan besok siang (Sabtu 23 Maret 2013) kami akan diterbangkan
ke Jeddah – alih-alih ke Madinah seperti rencana awal.

Untuk mengisi perut, kami pun membeli sendiri makanan di food court
bandara. Harga makanan yang kami temui berkisar antara 10-30dirham.
Makanan paling murah yang ditemui adalah satu porsi nasi goreng di
Texas Chicken (10 Dirham = 28 ribu rupiah). Satu paket ayam goreng
Texas Chicken seharga 15 dirham. Satu paket nasi biryani seharga 39
dirham, bisa untuk 2-3 porsi makan orang Indonesia.

Malam itu pun akhirnya kami tidur beralaskan lantai airport Dubai yang
dingin. Pernyataan ini sekaligus untuk menjawab pernyataan istri dari
Pak Heliosa, pemilik travel Insan Islami, yang – saat Bapak mertua
saya datang ke kantor travel meminta tanggung jawab travel –
menyatakan bahwa kami diberi akomodasi selama kami berada di Dubai.

Sabtu, 23 Maret 2013
Sabtu pagi, tour leader meminta bantuan saya dan suami, untuk memotret
visa seluruh jamaah. Katanya, pihak Insan Islami di Surabaya
membutuhkannya untuk membeli tiket baru. Dengan handphone blackberry
saya, semua visa jamaah difoto lalu dikirimkan via whatsapp ke salah
satu perwakilan travel bernama Pak Khoirul. Mengandalkan wifi di
bandara Dubai yang sinyalnya baru cukup baik jika kami naik ke lantai
2, pengiriman file bisa dilakukan. Pihak travel lalu menjanjikan akan
memberi kabar kami melalui email.

Sampai dengan sore hari, tidak ada kabar dari pihak Insan Islami.
Seingat saya, hari Sabtu itu kami mendapat 2x janji email untuk
memberi kabar mengenai tiket kami. Suami berdua dengan mengajak adik
saya sudah lumayan pontang-panting untuk mencari informasi prosedur
pengurusan cek-in dan pengurusan bagasi nantinya dengan tiket baru
kami. Namun akhirnya semuanya tiket tersebut hanya janji belaka.

Saat tidur malam itu, sekitar tengah malam, saya dibangunkan oleh
salah satu jamaah. Katanya ada 9 orang yang tiketnya sudah ada.
Buru-buru saya bangun dan bergegas ke tempat jamaah lain berada. Di
sana sudah ada seorang wanita (yang akhirnya saya ketahui bernama
Linda) orang Indonesia pegawai Dubai Airport lainnya, yang sedang
memegang secarik kertas. Yang saya dengar, dia mengatakan bahwa 9
orang sudah dapat tiket dan akan ia ajak untuk mengurus tiket
tersebut. Namun 9 orang jamaah tersebut saat itu memilih untuk tetap
tinggal bersama rombongan.

Nina, yang sepertinya berdomisili di Dubai, adalah perwakilan agen
pembeli tiket yang ada di Jakarta, yang biasa melayani pembelian tiket
umroh travel insan Islami. Linda yang sudah kenal dengan Nina,
rupanya pada Sabtu siang melihat Nina sedang kebingungan di luar
bandara Dubai. Saat dihampiri oleh Linda, Nina menceritakan bahwa ada
jamaah umrohnya yang tertahan di dalam bandara karena tidak punya
tiket pesawat. Nina lalu menitipkan print tiket tersebut ke Linda
tanpa penjelasan lebih lanjut. Sekilas yang saya tangkap adalah bahwa
tiket yang dipegang Linda itu baru satu kode booking saja dari 5 kode
booking yang ada. Dan kode booking lainnya akan diselesaikan pada hari
Minggu.

Malam itu saya tidur dengan perasaan lumayan tenang, karena sudah ada
print out kode booking yang baru.

Minggu 24 Maret 2013
Sesuai arahan dari tour leader, saya dan suami mengecek email dan
menerima email dari Nina yang berisi 5 kode booking pesawat dengan
total 43 penumpang, dengan status issued. Lega rasanya. Tapi ternyata
ketika siang hari kami mengecek ke transfer desk, tiket kami lagi-lagi
di-cancel/ gagal bayar. Sudah tak terbayangkan bagaimana perasaan
kami.

Setelah kode booking itu, masih dua kali pihak Insan islami memberikan
janji tiket lagi. Kami disuruh ke counter maskapai Nas Air untuk
mengecek penerbangan. Selain itu juga sempat diminta untuk mengecek ke
counter maskapai Fly Dubai. Namun semuanya tidak ada yang nyata.
Selama mengecek kesana kemari itu, kami sangat terbantu oleh mbak
Linda yang selalu mendampingi. Ia juga yang sibuk mendesak pihak
petugas boarding Nas Air untuk memeriksa apakah benar nama-nama kami
ada di manifest penumpang.

Saya, suami dan adik laki-laki saya sudah lelah kesana kemari. Bisa
dibilang kami lah yang saat itu kerepotan, karena jamaah lain
rata-rata sudah paruh baya dan juga terkendala untuk berkomunikasi
melalui e-mail dengan travel Surabaya maupun berkomunikasi dengan
petugas bandara karena harus menggunakan bahasa Inggris.

Sebetulnya, mulai Sabtu malam (atau Minggu pagi, saya agak lupa) saat
kami sudah mulai tidak percaya dengan janji pihak Insan Islami yang
berkali-kali menjanjikan tiket namun tidak kunjung terbukti, kami
mulai menumpulkan uang untuk membeli tiket sendiri. Pak Yani, seorang
anggota rombongan, yang sepertinya juga sebagai pembimbing jamaah,
sudah ‘pasang badan’ dengan mengeluarkan kartu ATM/ debit untuk
digunakan membeli tiket. Namun kami sadar kemungkinan besar jika kartu
tersebut dapat digunakan, maka jumlah yang dapat digunakan untuk
membeli tiket akan terbatas oleh besaran kuota transaksi harian.

Saat menanyakan ke penjualan tiket di dalam bandara, suami memperoleh
informasi harga tiket Saudi Airlines 1900 dirham. Namun ternyata untuk
pembelian tiket dalam jumlah banyak (suami menanyakan untuk 43 orang)
harus melalui travel agen/ dari luar bandara. Akhirnya ide untuk
membeli tiket sendiri ini sempat mentah. Namun dengan adanya kode
booking terakhir yang kami peroleh dari Nina, kami melihat peluang
bisa membeli tiket namun dipecah-pecah dalam beberapa kelompok
pembelian: maksimal 9 orang per pembelian. Sayangnya uang tunai yang
kami kumpulkan dari jamaah saat itu tak kunjung cukup; hanya terkumpul
sekitar 100 juta. Padahal dengan harga tiket per orang 5 juta, dana
yang dibutuhkan lebih dari 200 juta rupiah.

Hari Minggu itu, pihak orang tua kami di Surabaya juga mentransfer
sejumlah uang, supaya kami bisa membeli tiket sendiri untuk
melanjutkan perjalanan terbang ke Jeddah, dengan ataupun tanpa anggota
rombongan lainnya (mengingat dana yang sepertinya tak kunjung cukup).
Kira-kira malam itu saat mencoba menanyakan harga tiket, kelas ekonomi
maskapai Saudi Airlines sudah penuh, dan yang tersisa hanya kelas
bisnis yang harganya membuat saya lemas: 3600 Dirham per orang (10
juta Rupiah).

Saat rombongan hampir menyerah mengumpulkan uang, mbak Linda terus
memberi semangat. Dia berjanji tengah malam akan datang kembali dan
semoga bisa membawa kabar baik.

Senin 25 Maret 2013
Hampir persis tengah malam, mbak Linda benar-benar datang membawa
berita bahwa ada tiket maskapai Fly Dubai dengan harga terjangkau.
Selain itu kami tidak perlu membayar biaya tambahan untuk mengurus
bagasi kami. Sebelumnya kami sempat memperoleh informasi bahwa untuk
mengurus transfer bagasi, kami harus membayar sebesar 300 dirham per
orang (840 ribu rupiah).

Saya bangunkan suami, dan minta dia cepat-cepat ke loket pembelian
tiket. Saya sendiri rasanya cukup pontang panting juga menukarkan lagi
uang rupiah yang masih ada ke mata uang Dirham. Dan alhamdulillah kami
berlima akhirnya mendapatkan tiket Fly Dubai p.p. Dubai - Jeddah
dengan total 6100 dirham/ 5 orang menggunakan kartu debit milik Pak
Yani. Uang tunai yang sedianya untuk membeli tiket kami berlima pun
dilebur dengan kumpulan uang para jamaah untuk membeli tiket lainnya.

Selanjutnya, dari jam 12 dinihari hingga jam 4 pagi itu, suami dan
sekitar 3 atau 4 orang yang menemani mengatur uang tunai yang
dikumpulkan pembelian tiket, setahap demi setahap hingga berhasil
membeli tiket untuk 38 orang. Entah dari mana datangnya dana tambahan
dari yang awalnya baru terkumpul sekitar 100 juta itu. Mungkin awalnya
ada jamaah yang belum all-out mengeluarkan uang tunai yang ia bawa.
Hingga akhirnya uang tunai pun sudah habis, dan 2 (atau 3) kartu debit
jamaah sudah diberdayakan. Uniknya, beberapa kartu tersebut perlu
dicoba digesek beberapa kali dulu baru berhasil digunakan. Sementara
kartu debit milik suami tidak berhasil digunakan untuk membayar. Dan
sepertinya, kartu Visa lebih ‘sakti’ disbanding kartu Master Card.

Sekitar jam 7 pagi, 5 orang terakhir berhasil juga dibelikan tiket.
Dana nya diperoleh dari 2 orang anggota rombongan lainnya yang
sepertinya baru tahu bahwa kartu debit mereka bisa digunakan untuk
membayar. Akhirnya kami 43 jamaah bisa mendapat tiket, meski harus
terbagi menjadi 2 kloter. Kloter pertama 14 orang termasuk saya dan
keluarga, terbang hari Selasa dinihari jam 00.40. Dan kloter kedua
terbang esoknya hari Rabu jam 00.40.

Setelah tiket terbeli, kesibukan kami belum berakhir. Kantor Surabaya
meminta scan tiket tersebut, untuk diinformasikan ke pihak kedutaan di
Saudi. Sepertinya salah satunya terkait penjemputan di bandara oleh
mu’asasah (orang di Saudi yang mengeluarkan visa). Karena sebelumnya
suami dan adik sudah pernah bergerilya mencari tempat untuk ngeprint
tiket, keperluan scan dan kirim tiket melalui e-mail relatif cepat
diselesaikan. Saat itu, beberapa orang kontak kantor travel di
Surabaya yang sebelumnya juga hubungi saat menanyakan kepastian tiket
pengganti pada hari Sabtu-Minggu, masih sempat membuat suasana hati
Tidak nyaman, dengan embel-embel pernyataan mengecek keabsahan tiket
yang kami beli, hingga email dengan tulisan semua huruf capital (caps
lock) dan diakhiri dengan sederet tanda seru yang juga meminta
dikirimkan scan tiket serta menekankan agar kami tidak menganggap
remeh permintaannya atau akan dideportasi jika mengabaikannya. Masya
Allah :(
Seharusnya mereka bisa lebih bijak dalam mengeluarkan
pernyataan.

Selasa 26 Maret 2013 – Minggu 31 Maret 2013
Alhamdulillah perjalanan kloter pertama lancar hingga tiba di Jeddah.
Dijemput oleh rekanan dari travel yang mukimin/ menetap di Saudi; yang
konon ceritanya terkejut dengan sikap jamaah yang biasa-biasa saja,
tidak marah dengan kejadian yang sudah terjadi. Selepas solat Subuh di
bandara Jeddah, perjalanan 6 jam ke Madinah pun dilalui dengan lancar,
mengantarkan kami ke hotel/ maktab yang berjarak hanya 100 meter dari
Masjid Nabawi. Kami pun sukses solat Dhuhur perdana di Masjid Nabawi.

Hari Rabu besoknya, kloter kedua berangkat ke Jeddah, namun tidak
meneruskan perjalanan ke Madinah, melainkan langsung ke Mekah untuk
langsung melaksanakan umroh. Mereka ke Madinah di akhir perjalanan
yaitu pada hari Sabtu-Minggu. Sementara hari Rabu itu di Madinah,
selepas solat Dhuhur dan makan siang, kloter pertama menyusul bertolak
ke Makkah untuk umroh pertama.

Alhamdulillah kegiatan kami semua di Madinah dan Makkah berjalan
lancar. Kesusahan yang dialami di Dubai rasanya sudah terabaikan.
Subhanallah. Saat tiba di tanah suci, yang ada di pikiran saya adalah
bagaimana memaksimalkan waktu ibadah yang sudah lebih pendek durasinya
dari jadwal semula. Insya Allah ibadah kami sudah maksimal. Semoga
Allah SWT menerima amal ibadah kami semua.

Senin 1 April 2013 – Selasa 2 April 2013
Perjalanan pulang kami dilalui tanpa ada masalah berarti.
Alhamdulillah hari Selasa malam sekitar pukul 11 seluruh rombongan
tiba kembali di bandara Juanda Surabaya dengan selamat.

---

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada permintaan maaf yang disampaikan
oleh pihak travel yang langsung pada jamaah. Uang 80 juta Rupiah
sebagai pengganti pembelian tiket kami sudah sempat dikirimkan melalui
Western Union pada Senin siang saat kami masih di Bandara Dubai,
setelah kami selesai melakukan pembelian seluruh tiket. Namun hingga
saat ini, belum ada kelanjutan kejelasan bagaimana dengan sisa dana
yang belum dibayarkan.

#Tulisan ini dirangkum, dengan sesedikit mungkin luapan emosi, takutnya emosi negatif yang berlebih berpengaruh terhadap pemaparan kenyataan dilapangan yang kami hadapi. Semoga melalui tulisan ini, teman-teman yang akan berencana umroh bisa berhati-hati dalam memilih travel.