Our Journey to The Future

Our Journey to The Future

Selasa, 03 Maret 2015

[Renungan] berhati-hati dalam share suatu berita

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

sekali lagi belajar dari facebook.
belajar untuk nggak gampang klik tombol share. belajar untuk nggak menjudge suatu masalah tanpa tau asal muasal masalah tersebut. karna bisa saja daya imaginasi kita membawa kita untuk mengarang-ngarang latar belakang masalah itu. 
padahal belom tentu seperti itu yang terjadi.

ingetkah akan kasus bunuh diri seorang anak SMP dengan menggantungkan dirinya ke lemari?
yang katanya karna kurang kasih sayang dan kecanduan manga?

beberapa saat lalu berita ini cukup "BOOM" di fb. banyak temen-temenku yang ngeshare berita ini. aku meski nggak ikutan ngeshare tapi ikutan komen cerita sama ibu mertua kalo ga salah. waktu itu aku cuma mikir Masya Allaahh anak jaman sekarang yaaa. apa kebanyakan baca manga yang pembunuhan-pembunuhan gitu kali yaa kok sampe terinspirasi :(

waktu berlalu dan hari ini aku nggak sengaja baca share salah satu temen tentang fitnah terhadap kematian anak tersebut. dan ternyata share berita itu bisa dibilang karangan. 
tentang si anak yang sengaja puasa supaya nggak pup ketika meninggal. tentang orang tua yang nggak perduli sama dia. huhuhuhu baru baca awal aja udah nyesek. ngebayangin perasaan ibunya, keluarganya.

aku sampe kepo banget bukain fb si ibu, dan begitu buka, isinya ya foto2 si anak. 
walau meski yang ditampilkan di fb belom tentu kenyataan. tapi paling tidak si ibu masih cukup menyayanginya. sampe aku buka blog di tumblr yang mengenang tentang si anak. ada screenshot bbm antara si ibu dan anak. 
ya meski anaknya jawab singkat2, tapi hey kita pernah kan di masa umur SMP yang rasanya sms-sms dan telp dari orang tua kadang kita jawab singkat-singkat.

sepertinya si ibu tiri pun cukup menyayangi anak ini, melihat interaksi komen antara ibu kandung dan ibu tirinya nggak terasa ada kecanggungan diantara mereka, bahkan mereka menyebutnya anak kita. jadi aku makin nyesek kalo ngebayangin mereka sampe dituduh nggak care sama si anak.

pasti ada faktor X yang mungkin bahkan orang-orang terdekat nggak tau.
ini jadi PR kita meski kita ngerasa dekat dengan anak, belom tentu si anak merasa dekat pada kita. belom tentu si anak benar-benar menjadikan kita sebagai tempat curhat pertama mereka.
Masya Allah sumpah aku merinding membayangkannya (huhuhuhu aku terlalu suka terbawa perasaan T_T)

aku merasa perlu nulis ini, sebagai pengingat kita, khususnya pengingat diriku, untuk nggak mudah percaya begitu saja dengan berita-berita yang ditampilkan.

masih untung loh keluarga si anak nggak menuntut si mbak penyebar berita ini. 
meski pas dia nulis karangan bebasnya itu sudah dishare ribuan orang. sementara klarifikasi dari si penulis cuma dishare beberapa puluh mungkin beberapa ratus saja.
bayangkan efek "BOOM"nya terhadap keluarga ini.
sayangnya aku nggak berhasil nemuin fb si mbak ini. plus menurut fb si ibu, si mbak ini sudah menghapus postingannya.

jadi inget kata-kata. ketika kau melukai seseorang ibarat kau sedang menacapkan paku dikayu. ketika kau meminta maaf ibarat kau mencabut paku itu. tapi lubang bekas paku itu akan selamanya ada.

alhamdulillahnya pas aku buka fb si ibu, sepertinya si ibu cukup tegar. cukup kuat. 
bayangin kalo dia nggak cukup mental. sudah stress anaknya bunuh diri, makin stress denger pemberitaan yang nggak bener. bisa-bisa kesehatan menurun, atau malah ikut bunuh diri. apa nggak makin dosa si mbak itu.
huhhuhuh naudzubillaaahhhh...

kita, terutama aku wajib wajib banget untuk selalu cari tau kebenaran berita. kalo nggak yakin mending nggak usah dishare. bisa jadi tanpa kita sadar kita sudah melukai seseorang diluar sana. 
Naudzubillaahh. semoga kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan semacam itu..

http://www.kaskus.co.id/thread/54de8e4898e31bd0308b456e/fitnah-mengenai-arangga-kusuma/

4 komentar:

Arman mengatakan...

intinya kita harus jadi smart reader. jangan gampang kemakan apa yang kita baca apalagi di socmed ya...

Alris mengatakan...

Kalo ada berita bunuh diri, kekerasan dan lain-lain seperti itu saya gak lanjutkan membaca. Lebih baik baca yang positif aja. Salam.

Bunda Kanaya mengatakan...

iya sekarang memang harus lebih hati-hati dalam menyebarkan berita supaya tidak menjadikan fitnah makin meluas

Ipah Kholipah mengatakan...

saya engga suka nonton berita di tv hehe di sosmed juga suka saya abaikan :)